My true love story part 2…

27 Feb 2011

continue…..

Keyek Kebum

Demikian kuberikan nama itu untuknya…:)

sahabat sekaligus pecinta yang baik. Dialah orang yang membantuku saat aku jatuh dan hilang kepercayaan diri. Saat aku lepas dari Kaka, dialah yang hadir mengisi kekosongan hatiku. Tanpa meminta apa-apa, tanpa bermaksud apa-apa. Dialah pria yang membuka mata hatiku saat itu, bahwa cinta yang tulus itu masih ada. Dan dialah orangnya.

Saat itu aku tidak bisa memberikan apa-apa. aku benar-benar patah hati dan hilang arah saat kekasihku menyakitiku. Hubungan yang terjalin 4,5 tahun hanya menjadi waktu yang percuma tanpa arti. Tapi Key hadir membantuku memungut puing-puing hati yang berserakan, menuntunku tuk berjalan menapaki hidup kembali. Seolah dia adalah malaikat yang Tuhan hadirkan tuk membantuku. Saat dia tersenyum, itu adalah hal terindah yang menghibur diriku… tawanya begitu tulus dan menyemangati aku.

Saat aku masih terbawa oleh trauma percintaanku, kadang aku sering memarahinya, memakinya, memukulnya. Dan dia hanya diam… diam dan tidak pergi. Itu yang membuat hatiku tersayat saat itu. Aku berusaha menyakitinya agar dia meninggalkanku. Tapi tidak dia lakukan… dia tetap ada disampingku, menangis bersamaku, memelukku tanpa henti, menghiburku dan terus menyemangati aku. OH GOD… saat itu aku merasa sangat buruk. Tapi akhirnya aku harus belajar tuk menerima kehadiran dan perhatiannya yang tulus.

Aku hanya menawarkan persahabatan padanya. Aku tidak bisa memberikan lebih dari itu. Karena hatiku tidak mudah tuk mencinta lagi. Dan dia tidak menuntut lebih.. Dia hanya menginginkan tuk bisa didekatku, menatapku saja membuatnya senang. Bayangkan… hanya tuk sekedar menatapku saja bisa membuatnya senang. Betapa dia mencintaiku. Saat Tuhan mengambil orang yang kucintai, Tuhan memberikan orang yang sangat mencintaiku. Aku bersyukur padaNya untuk hadirnya.

2 tahun aku menjalin persahabatan dengannya. Namun aku seolah lupa akan waktu, saat kubersamanya. Semua tampak nyaman dan aman. Aku menyukainya. Aku senang bersamanya. Dia memberikan perlindungan yang aku butuhkan, dia memberikan kasih sayang tanpa batas, dia memberikan waktu tanpa berhitung… hingga akhirnya aku melepaskannya tuk melanjutkan hidup. Karena cepat atau lambat, kita tak mungkin bersama selamanya. Dia sahabatku… dan aku tidak mau persahabatanku hilang nantinya. Lebih baik tuk aku dan dia menjaga jarak. Dan 1 hal yang kupelajari darinya adalah kebesaran hatinya. Dia mengijinkan aku tuk kembali jatuh cinta. Bagaikan dokter yang menyembuhkan aku, ia menyuruhku tuk pulang dan menghadapi hidup yang sesungguhnya walau tanpa dia lagi disampingku.

Aku lepas melihat dunia tanpa dirinya lagi…. banyak pria menghampiriku. Namun tak bisa kumemilih. hingga datang 1 sosok yang mempesona aku. Yang sangat memperhatikan aku dan memujaku. Dialah Ayank yang kuceritakan di post sebelumnya. Jatuhlah aku dalam cintanya yang indah namun terkurung. Saat aku dekat dengan Ayank, Key juga akhirnya dekat dengan perempuan lain. Dan saat aku akhirnya putus cinta kembali karena terbelenggu dalam sarang emas, Keylah orang yang kembali datang menghampiriku. Dia sudah tidak bersama perempuan lain, dan kembali untukku. Disaat aku kembali ke titik awal sakitnya hati.. dia kembali menemaniku. Walau banyak yang berubah darinya saat itu. Dia mulai menghadapiku dengan keras, dan terlintas difikiranku saat itu “dia telah berubah dan mungkin dia kembali hanya tuk menyakitiku”. Kukatakan pada Key… “ditengah rasa sakitku… kamu melengkapi rasa sakitku key…“.

Waktu bergulir dan kuingin dia pergi dari hidupku saja. Dan memang dia beberapa kali pergi dariku, dia berlaku egois, mulai semena-mena. Masa-masa itu adalah masa berat bagiku… karena harus melihatnya bukan dirinya lagi. Dimana dia yang tulus, yang mengasihiku, yang menerimaku, yang slalu membelaku….. aku hancur dan menangis karena aku kehilangan sosok dirinya yang dulu sangat memujaku.

Tapi waktu kembali membuktikan cintanya… suatu saat saat dia kembali setelah kami bertengkar hebat, dia berjanji tuk berubah. And He meant it! aku tidak memintanya karena aku telah pasrah terhadap keadaan. Aku begitu anti terhadap cinta saat itu. Tetapi Tuhan baik… mengembalikan dia sang malaikat, sahabatku, penolongku. Dia merubah dirinya yang egois, dia berusaha menepati omongannya bahwa dia bisa mengasihiku seperti dulu. Dia kembali seperti dulu, ada untukku selalu… kembali menyemangatiku, kembali memberikanku senyum yang dulu sangat kurindukan.. senyum yang membawa kedamaian, tawanya yang menghancurkan benteng kekakuanku. Aku kembali tertawa dan tersenyum menapaki hidup bersamanya disampingku. Sungguh bersamanya aku merasa pulih dan menjadi diriku kembali.

2 tahun kujalani kembali bersamanya. Ketergantunganku kian tinggi bersamanya. Kebersamaan dengannya membuatku nyaman. Karena aku menemukan semuanya ada dalam dirinya… cinta yang mencintaiku tanpa batas, kenyamanan, perlindungan dan kesetiaan. Aku menyayanginya tanpa mencintainya…:( tapi itu aku rasa cukup untukku. Untuk apa memiliki cinta pabila hanya akan menyakitiku lagi dan lagi. Hingga akhirnya Aku tak butuh yang disebut komitmen. just get it flow… cukup ada hadirnya seseorang yang mencintaiku lebih besar dariku mencintainya.

Namun pada akhirnya aku harus memutuskan lingkaran kenyamanan itu. perbedaan keyakinan yang tak mungkin tuk dikorbankan, aku melepaskan dia kembali. Seperti sebelumnya, dia merelakannya juga… dia pergi dari hidupku. He;s the best i’ve ever had…

Hingga selang 6 bulan akhirnya aku menemukan seseorang yang berhasil merebut hatiku… dan dalam 1 track iman yang sama.

***
Sepenuhnya aku ingin memelukmu, mendekap penuh harapan untuk mencintaimu. Setulusnya aku akan terus menunggu, menanti sebuah jawaban tuk memilikimu… -Padi-Menanti Sebuah Jawaban-
***
Lagu diatas lagu yang gak akan aku lupa…. lagu yang key persembahkan dulu tuk aku… thanks 4 everything…

To be continued….


TAGS


-