Pria dan wanita tak ditakdirkan berteman?

6 Mar 2010

Apakah benar laki-laki dan perempuan tidak ditakdirkan tuk berteman?

Disaat aku hanya ingin berteman, justru para pria tidak berbesar hati menerimanya.

Sudah jelas garis yang kuberikan adalah hanya sejauh berteman.

Tapi justru banyak yang kegeeran dan bersombong dengan perhatian dan kebaikan yang

aku berikan.Buat aku terlalu dini untuk membicarakan cinta. Semua butuh proses dan

waktu tuk mengujinya.

Aku bisa saja bilang sayang terhadap si A , dan kemudian aku juga mengatakan sayang

terhadap si B. Tapi untuk apa aku begitu. Aku memiliki prinsip dalam hal cinta,

dan aku tidak akan sesumbar dan segampang itu mengatakan perasaan. Semua akan aku uji dan lihat.

Dan akan aku tempatkan pada posisi masing-masing. Apakah memang hanya sebatas teman,

atau bisa berlanjut kearah lebih serius.

Ada cowo yang tidak bisa terima dan maunya langsung-langsung saja. Bused…

da gila apa ya..aku tidak pernah secepat itu untuk menyukai dan menyayangi seseorang.

Disaat aku memagari diriku, justru aku dijauhi. Aku tidak marah untuk itu, itu hak mereka.

Aku hanyasedih… hanya sejauh penasaran saja mereka terhadap aku. Tapi disisi positif,

aku melihat… Tuhan menyaring mereka sebelum mempertemukan aku dengan lelaki yang tepat pada akhirnya.

Lucunya ada 1 kasus terbaru, dimana si cowo ini menyatakan sukanya pada aku.

Tapi aku hanya bisa memberidia pertemanan saja. Dan dia menerimanya. Hingga akhirnya

pertemanan kami memiliki masalah yang sebenarnya hanyalah sebuah salah pengertian. Dimana aku dan dia akhirnya saling diam-diaman.

Dan akhirnya aku yang memutuskan untuk mengajaknya bicara karena aku pikir akan terlihat

childish pabila aku meladeni aksi diamnya. Karena aku tahu dia memiliki perasaan terhadap aku,

makanya aku berbesar hati tuk berkomunikasi dengannya, menanyakan

dan menclearkan apa yang menjadi masalah.

Tapi ternyata dia merespon dingin dan setengah teriak saat berbicara denganku.

Ternyata dia masih terbawa emosi dan tidak ingin bicara denganku.

Sedih hati aku saat seorang teman yang kuanggap cukup baik dan memiliki persepsi

yang sama mengenai cinta, tapi ternyata berbalik menyakitiku. Hingga aku

bertanya dalam hatiku “apakah benar pria dan wanita tidak ditakdirkan tuk berteman?”.

Dan karena aksi dinginnya dan emosinya yang tidak bisa berkompromi lagi,

aku memutuskan tuk tidak berkomunikasi lagi dengannya dalam segala cara.

Karena untukku, buat apa berteman pabila dia tidak menganggapku teman,

buat apa dia bicara suka pabila ternyata hanya tuk mempermainkan rasa.

Dia banyak berbicara soal cinta, yang hingga aku tercengang-cengang

melihat pola pikirnya yang ‘wah’. Tapi ternyata tidak cukup kuat disaat

memiliki kesalahpahaman denganku.

Dan disaat aku dan dia tidak berkomunikasi lagi, tiba-tiba aku dengar dari temannya…

bahwa slama ini aku yang mengejar-ngejar dia. hehehe aku tertawa tapi juga ngiris dihatiku..

kenapa bisa dia bicara seperti itu. Apakah hanya tuk menutupi gengsinya atau

hanya tuk menutupi kekurangan dirinya bahwa cintanya tidak berbalas sama?

Tapi aku gak mau terbawa emosi untuk meladeni hal itu lagi.

Karena aku hanya menggangapnya teman semata. Dan orang-orang disekitarku cukup tahu..

dialah yang mencariku slama ini. Aku selama ini berbaik dengannya,

mendengarkan kisah asmaranya yang pedih, menjadi supporternya tuk maju,

dan memberikan banyak masukan positif terhadapnya tetapi

dia membalasnya dengan cerita yang mengada-ada.Benar susah tuk

pria dan wanita menjadi teman. Karena akan selalu

salah pabila cinta tak dibalas cinta.

Tuk kamu ‘tuan ego’… hadapi kenyataannya bahwa cinta tak harus dibalas sama.

Hanya orang cetek yang akan beraksi ngambek, emosi,diam

pabila keinginannnya tidak selaras. Kita bisa kok menjadi teman yang baik…

Tapi kamu lebih memilih tuk tidak berteman. dan aku terima keinginan kamu tapi

jangan kamu buat cerita seolah-olah aku yang mengejar kamu.

Kamu cukup tau aku lah … We’re totally different. Hiduplah

dalam cinta khayalan kamu, hiduplah dengan keegoisan kamu.

Karena aku tidak tidak bisa meladeni cowo yang gede kepala dan doyan

membanggakan dirinya tanpa berkaca..be a real man.. face the truth.

PEACE on EARTH! :)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post