my true love story…

26 Jan 2010

Melihat dunia begitu ramai, tapi aku sendiri, kapankah datang bahagia itu menjemputku disini, I never stop stop stop to believe it, the time will come come come to me.. I believe Seandainya Tuhan mendengarku, kuhanya meminta cinta saja.. Kirimkanlah.. Jangan lama lagi.. Kutakkan bertahan.. Tak tahan sepi..” -margareth siagian-

***

Kadang aku bingung dengan maksud dan rencana Tuhan. Tapi tetap dan selalu Dia akan jawab doa kita tapi bukan dengan waktu kita tapi seturut dengan waktuNya.

……..

Sering kudikecewakan cinta, hingga aku harus melatih diriku untuk sendiri dan tidak mau hidup dalam sebuah ikatan cinta. Rasa takut dan trauma yang mendalam akhirnya membiarkanku melalui waktu tanpa sebuah komitmen. Dan sangat butuh usaha dan waktu untuk dapat meluluhkan hatiku.

……..

Kaka….

Dialah orang yang pernah sangat kucintai, yang dimana adalah guru terbesarku dalam memperlihatkan kehidupan yang teryata pahit dan jauh dari mimpi indah tapi kuhabiskan waktuku dengannya slama 4,5 tahun. Pheww!! karena begitu besar cintaku padanya, hingga sakitpun terasa manis saat itu. kekasarannya seolah seperti elusan manja untukku, kata-kata sadisnya seolah bunga tidur untukku. betapa hebatnya rasaku untuknya saat itu. selalu dan selalu kubasuh cintaku yang memerah hingga putih kembali. dan terjadilah kejadian dimana mataku terbuka untuk melihatnya dengan jelas…. saat ia bermain dibelakangku. itu adalah hal yang sangat menyakitkan untukku. saat cintaku harus dibalas dengan dusta dan perselingkuhan. bagaimana rasanya saat hati diduakan, tak bisa kugambarkan dengan kata-kata. hatiku saat itu hanya menangis dan menangis saja. hancur bagai mayat namun kubernafas…

……..

Saat dia memohon maafku dan memintaku kembali, apa yang kulakukan? aku menerimanya. itulah kebodohanku dan kebutaanku. hingga dia melakukannya lagi hingga 3 kali. dan bagaimana rasaku? hancur dan hancur… hingga kutak bisa menyelamatkan diri dan perasaanku sendiri. aku bagaikan berjalan tanpa kaki, dan air mataku tak bisa lagi mengalir karena habis tercurah untuknya. hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengakhirinya. Finally! aku mencoba tuk berjalan sekuat tenaga menjauh darinya… dengan sedikit kekuatan yang masih tersisa dalam diri ini. rayuan dan permohonannya bagai angin ditelingaku… tak kuhiraukan lagi. itulah mungkin saat yang paling tepat dan tindakan yang paling benar untuk tinggalkan cinta yang hanya mendustaiku….

***

Semudah itu kau ucapkan kata maaf kekasihku… setelah kau lakukan lagi kesalahan yang sama… dimana perasaanmu saat kau melakukan salah yang sama, inikah cara dirimu… membalas tulus cinta yang tlah kuberi. menyakitkan bila cintaku dibalas dengan dusta, namun mencintamu takkan kusesali… karena aku yang memilihmu…..” -audy-

***

Ayank….

Setelah kuterpuruk oleh cinta pertamaku, 2 tahun harus kulewatkan tanpa cinta. banyak cinta datang, namun hati ini tak kunjung reda oleh ketakutan tuk jatuh lagi dilobang yang sama, mencintai seseorang yang ternyata tidak tepat… hingga akhirnya kubertemu dengannya. sosok yang mampu mengambil hatiku dengan segala cara. hingga akhirnya kumenyerah oleh pesonanya. dan kuminta padanya tuk menjaga hatiku dengan baik karena aku pernah sakit dan hancur karena cinta. dan dia berjanji tuk tidak menyakitiku dan menduakanku. dan kulabuhkanlah hatiku padanya. belajar tuk mencintai kembali. belajar tuk percaya kembali. belajar tuk bangkit kembali. dan benar, dia tidak menduakanku.. dia sangat mencintaiku. namun cintanya memenjarakanku. hingga akupun tak merasa sebuah kebebasan. aku seperti berada dalam sangkar cinta. indah namun terkurung.

……..

Setiap hari aku bersamanya. disaat dia bekerjapun aku mendampinginya. hari-hari kuhabiskan dikantornya, akhir pekanpun juga dikantornya. wow! bagaimana hubungan bisa sehat pabila aku pacaran dilingkungan pekerjaannya hari tiap hari. dan memang pekerjaan dia mengharuskan dia untuk setiap saat ada dikantor karena itu adalah bisnisnya sendiri yang dimana dia harus ada dan mengatur semuanya. 6 bulan kulakoni hal itu, berpacaran dilingkungan pekerjaannya, hingga kumenganggap kantornya sebagai second home. tapi pada akhirnya hubunganku dengannya yang jadi masalah. dan memang sering menjadi masalah akhirnya, hingga suatu waktu saat kita beradu pendapat, dia mulai memperlihatkan sifat kasarnya. mulai dengan melempar hpnya ketembok, meninju lemari. aku mulai ketakutan kembali…. disaat kita beradu pendapat, aku tidak memiliki celah untuk benar didepannya. dia selalu harus benar. dan itu membuatku sedih… karena aku seolah tidak mempunyai suara dalam mengambil keputusan ataupun menyanggahnya disaat berdebat. dan disaatku diam, baru dia memelukku dan tidak membahasnya lagi. hatiku terbuat dari apa? dan aku hanya bisa menangis…

……..

Dan rasa over protectivenya membuatku tambah sengsara. aku bermain bersama temanku, dia bisa muncul sewaktu-waktu. aku juga butuh ruang kecil tuk bisa bersama teman-temanku. tapi seolah ruang itu ditutup olehnya dan hanya boleh ada dia. dan akhirnya aku bergaul dan bermain dengan teman-teman kerjanya beserta pasangan masing-masing. aku hidup didalam dunianya. aku tetap bersamanya karena aku mencintainya. hingga akhirnya aku melihat sifatnya yang mengembalikan ketraumaanku akan cinta pertamaku… saat hubungan kami ada masalah dan dia sedang hangout bersama teman-temannya disuatu club di kemang, dan saat aku menyusulnya dan hanya memandanginya, dan dia sedang berdiri diam dengan gelasnya wiskol. dan aku belum menghampirinya. hanya memandanginya ditemani teman wanitaku. dan saat aku menhampirinya, dia begitu marah karena dia tau aku ada tapi aku tidak juga mendatanginya. entah kenapa dia menyeretku keluar dan memakiku didalam mobilnya. aku tidak berdaya… hanya saja rasa sakit akan masa laluku kembali muncul saat dia menamparku. oh GOD aku kembali pada lubang yang sama…. :(

……..

Setahun kulewati akhirnya bersamanya, namun ketakutanku dan ketraumaanku tlah kembali muncul.. walaupun dia tlah meminta maafku dan memang dia tidak pernah mengulanginya, namun hati ini tlah kembali luka…. susah untukku menyembuhkan yang lalu, namun harus kembali luka… mulai kusemena-mena dengan dirinya, mulai kubalas kasar perkataan dan sikapnya. aku tak perduli akan jadinya apa hubunganku. aku merasa tlah menyerah saat itu dan memaksakan hubungan itu. hingga 1,5 tahun kuselesaikan hubunganku dengannya. hanya karena mperdebatan kecil yang saat itu terjadi, namun akhirnya aku mengambil keputusan tuk tinggalkannya. sakit… pedih hatiku harus meninggalkannya. bukan karena kutak cinta, namun karena aku yakin.. aku dan dia akan lebih baik tanpa harus bersama. aku harus menyelamatkan kembali perasaanku dan cintaku yang kembali hancur. dia tidak terima dengan keputusanku dan akhirnya memaki-maki aku. aku tetap berlalu dengan tangisan kesakitan yang tak kunjung reda….

***

Terus melangkah melupakanmu lelah hati perhatikan sikapmu… jalan pikiranmu buatku ragu, tak mungkin ini tetap bertahan. perlahan mimpi terasa mengganggu kucoba untuk terus menjauh, perlahan hati kuterbelenggu.. kucoba untuk lanjutkan hidup. engkau bukan segalaku, bukan tempat tuk hentikan langkahku.. usai sudah semua berlalu biar hujan menghapus jejakmu….” -peterpan-

***

To be continued…….


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post